toko elektronik online

Waspadai Keberadaan Toko Elektronik Online Fiktif

Berbagai jenis toko online memang tengah menjamur di kalangan masyarakat kita saat ini, mulai dari barang-barang yang kecil seperti perlengkapan pribadi, perabotan rumah, dan barang-barang elektronik, sampai ke barang-barang yang besar seperti mobil, motor, dan rumah. Tentu saja banyaknya toko online tersebut menjadi peluang tersendiri bagi para pelaku kejahatan internet atau dikenal sebagai cyber crime. Apalagi transaksi jual beli online ibarat membeli kucing dalam karung: barangnya gelap, harganya pun gelap. Meskipun tidak semua toko elektronik online itu abal-abal atau fiktif, namun tak ada salahnya jika kita waspada terhadap adanya penipuan dengan modus toko online.

Karena banyaknya toko elektronik online yang muncul lewat satu klik di internet, akan sangat sulit bagi kita membedakan mana yang merupakan toko online asli dan mana yang palsu. Namun kita dapat mengenali ciri-ciri toko online yang palsu berdasarkan keterangan dan pengalaman dari korban penipuan. Ciri-ciri tersebut diantaranya:

1. Selisih Harga.
Toko elektronik online yang fiktif atau palsu biasanya memasang harga-harga pada produknya dengan harga yang jauh lebih murah dari harga standar yang umum. Tentu hal ini dilakukan untuk menarik minat para kosumen agar mau membeli barang tersebut, padahal harga suatu barang elektronik sudah ada standarnya, kalau pun berbeda, selisih harganya hanya akan terpaut antara 10% sampai 20% saja.

2. Terlalu Banyak Testimoni.
Toko online yang fiktif akan menampilkan testimoni yang banyak untuk meyakinkan bahwa mereka termasuk penjual yang terpercaya. Padahal jika benar mereka toko resmi, tidak memasang testimoni juga tidak masalah karena toh kepercayaan akan muncul dengan sendirinya dari para konsumen. Dan lagi testimoni bisa saja fiktif. Pada zaman sekarang banyak hal yang bisa dibuat untuk menipu orang lain.

3.  Asal Barang.
Banyak di antara toko online yang fiktif mengaku bahwa mereka berdomisili di luar Pulau Jawa, seperti di Kalimantan, Bali, Batam, atau NTT. Alasan yang paling sering dikemukakan biasanya barang yang dijual merupakan barang yang tidak melalui bea cukai di Batam sehingga harganya lebih murah dan produknya impor, karena seperti kita ketahui Batam merupakan pelabuhan transit. Jadi, berhati-hatilah jika Anda berniat membeli barang elektronik secara online.

Sumber Gambar:
https://drscdn.500px.org/photo/103445109/m%3D900/f047373817cac2bc41505fc9b862299c

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *