awal Ramadhan 2015

Ketetapan Bersama Awal Ramadhan 2015

Awal Ramadhan 2015 telah ditentukan oleh pemerintah kemarin pada 16 Juni 2015. Hasil dari sidang isbat atau sidang keputusan tersebut adalah tanggal 1 Ramadhan 1436 H jatuh pada tanggal 18 Juni 2015. Ramadhan 2015 yang bertepatan dengan tahun 1436 Hijriah kali ini disepakati bersama dengan pihak-pihak yang selama ini menggunakan metode yang berbeda dalam penentuan awal bulan puasa. Sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 2015 dilakukan secara tertutup bersama dengan organisasi-organisasi besar Islam nasional. Pada Ramadhan 2015 kali ini semua pihak telah sepakat untuk menggunakan metode yang sama dalam memutuskan awal puasa dan lebaran. Adapun pihak-pihak yang mengikuti sidang isbat tahun ini antara lain Kementerian Agama RI, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Penentuan awal puasa pada umumnya selalu menjadi polemik sebelumnya. Meskipun demikian, masyarakat yang pemikirannya semakin dewasa seiring perkembangan zaman dan teknologi informasi pun memaklumi bahwa perbedaan pandangan dalam menentukan metode yang akan digunakan adalah hal yang lumrah karena masing-masing pihak yang memiliki kewenangan dalam penentuan kalender Hijriah pun sama-sama memiliki pandangan atau mazhab masing-masing yang sama-sama benar. Mazhab tersebut sama-sama berdasarkan hadist Nabi Muhammad SAW. Terdapat dua metode yang menjadi dasar perhitungan penanggalan kalender lunar (menurut rotasi bulan) dalam menentukan awal Ramadhan 2015, sebagaimana yang selalu digunakan selama ini, yakni hisab dan rukyat. Biasanya, baik pihak pemerintah maupun pihak organisasi menggunakan salah satu atau kedua metode. Namun kali ini, gabungan kedua metode tersebut disepakati untuk digunakan oleh semua pihak. Kesamaan penentuan penanggalan tahun ini diperkirakan akan tetap berlangsung secara serentak sampai dengan tahun 2023.

Hisab

Penentuan awal bulan pada kalender Hijriah dengan metode hisab yang didasarkan pada perhitungan astronomi secara matematis.

Rukyat

Metode rukyatul hilal dilakukan untuk melihat hilal atau bulan sabit muda penanda dimulainya bulan Ramadhan. Pengamatan bisa dilakukan dengan alat, misalnya teleskop, atau secara langsung tanpa alat. Pengamatan di Indonesia dilakukan di seluruh provinsi di Indonesia.

Sumber Gambar:
https://drscdn.500px.org/photo/33833119/m%3D900/383bcb62a3703d265fe7409ec232d178

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *