Cara Memulai Bisnis Properti Indekos

Ada banyak cara untuk memulai bisnis properti yang sesuai dengan jenis properti Anda. Namun, pada kali ini kami akan membahas cara memulai bisnis properti indekos atau kos-kosan. Melihat banyaknya jumlah perantau yang datang ke Ibu Kota atau kota besar lainnya, menjadikan bisnis properti indekos memiliki peluang yang cukup besar—mengingat tak semua orang mampu untuk menyewa sebuah apartemen. Mereka berpikir daripada harus mengeluarkan sejumlah uang yang banyak untuk menyewa rumah atau apartemen, lebih baik indekos.  Maka dari itu, kos-kosan menjadi pilihan yang tepat bagi mereka yang sedang merantau untuk bekerja atau sedang menempuh pendidikan.  Nah, bagaimana cara memulai bisnis properti indekos?

 

Lokasi

Ada beberapa jenis bisnis yang sangat bergantung pada lokasi yang Anda pilih, salah satunya adalah bisnis properti indekos. Misalnya jika Anda ingin membuat indekos yang tak begitu jauh dari rumah Anda agar bisa mudah dicek, lihat dulu apakah lokasi rumah Anda dekat dengan gedung perkantoran atau lokasi pendidikan karena merekalah yang biasanya membutuhkan kos-kosan. Jangan pernah memaksa untuk membuat indekos jika lokasi berada jauh dari gedung perkantoran atau lokasi pendidikan karena kemungkinan akan rugi. Apakah lokasi Anda dekat dengan jalan raya atau bebas banjir? Jika tidak, sebaiknya pindah lokasi.

 

Rumah atau Lokasi Lain

Ada dua cara yang bisa Anda pilih mengenai lokasi dalam memiliki indekos. Cara pertama adalah dengan memanfaatkan kamar kosong di rumah Anda. Bagusnya, jika lokasi rumah tak begitu jauh dari gedung perkantoran atau lokasi pendidikan, maka Anda bisa memanfaatkannya meskipun akan memiliki keuntungan yang tak seberapa. Cara kedua ini memang terasa sulit, apalagi bila Anda tidak memiliki dana yang besar. Namun, jika Anda belum memiliki dana, Anda bisa meminjam pada rekan atau bank, asalkan Anda membayarnya dengan uang sewaan setiap bulannya.

 

Target Konsumen

Anggaplah misalnya Anda memilih untuk membuat bangunan indekos di beberapa lokasi. Maka Anda harus menentukan seperti apa target konsumen Anda. Apakah untuk mahasiswa atau karyawan menengah atas atau bawah? Apakah kos-kosan Anda hanya untuk lelaki, wanita, atau malah campur? Dengan menentukan target terlebih dahulu, Anda jadi lebih mudah dalam membangun indekos, seperti bagaimana bentuk dan fasilitas yang disediakan oleh kos-kosan Anda.

 

Fasilitas yang Disediakan

Mendirikan indekos, berarti Anda siap fasilitas seperti tempat tidur dan lemari. Namun, jika Anda ingin menambah fasilitas lain seperti internet, tv kabel, atau mungkin AC, Anda harus menaikkan harga sewanya sedikit lebih mahal. Apakah Anda harus menyewa asisten rumah tangga untuk membereskan tempat, mencuci pakaian yang menyewa, memasak, hingga memperhatikan jam kunjungan? Tentu ini menjadi biaya tambahan ketika memutuskan mendirikan indekos.

 

Sumber:
http://inipropertiku.blogspot.com/2013/03/tips-jitu-mengelola-rumah-kost.html

Bisnis Rumah Kos (bagian 2-selesai)

Sumber Gambar:

all-free-download.com

Tips Memulai Usaha Properti dengan Modal Kecil

Bisnis properti merupakan sebuah bisnis yang menjanjikan. Banyak investor memilih untuk berinvestasi di usaha properti ini. Alasannya simpel, selain menjanjikan keuntungan yang besar, harga jual usaha properti juga tidak akan menurun. Seperti yang Anda tahu, harga tanah semakin ke sini semakin naik. Tentu bisnis properti merupakan bisnis yang menggiurkan, bukan? Lantas bagaimana cara memulai usaha properti?

Jika Anda pikir untuk memulai bisnis ini membutuhkan modal yang besar, Anda salah. Memulai usaha properti bisa pula dilakukan dengan modal kecil. Berikut adalah tips memulai usaha properti dengan modal kecil.

  1.    Membaca Peluang Bisnis

Peluang bisnis dalam usaha properti dapat diperoleh dengan mudah. Syaratnya, Anda hanya perlu jeli dan teliti dalam mengembangkan peluang tersebut. Jika Anda hanya memiliki sedikit modal, maka carilah sebuah properti dengan profit dan prospek tinggi sehingga menghasilkan keuntungan yang besar. Saat minim modal, bisa saja Anda menjadi broker atau agen properti. Survei ke lokasi bisa membantu Anda menentukan apakah properti itu  berprospek tinggi atau tidak.

  1.    Mampu Meyakinkan Investor

Investor adalah seseorang yang bermain peran besar dalam perkembangan usaha properti Anda. Lokasi bisnis yang strategis akan membantu dalam meyakinkan si investor perihal usaha properti Anda. Maka dari itu, penting adanya untuk membuat investor yakin akan bisnis properti Anda. Karena tentunya ini akan sangat menguntungkan dan berimbas baik bagi masa depan bisnis yang Anda jalani.

  1.    Memasarkan Melalui Internet

Teknologi terus berkembang dengan liarnya, khususnya internet. Sekarang ini, dunia seperti diselimuti fenomena ini. Alangkah baiknya jika Anda memanfaatkan ini untuk memasarkan dan mengembangkan usaha properti Anda. Karena internet adalah salah satu alat promosi termurah yang lumayan efektif dalam mempercepat pemasaran Anda.

  1.    Jangan Takut Untuk Menyewa

Jika Anda tertarik dengan usaha properti namun terbentur modal yang belum memadai, Anda bisa mulai dengan cara menyewa sebuah bangunan yang dapat dijadikan aset usaha. Selanjutnya, bangunan tersebut dapat Anda sewakan kepada pihak ketiga.

Itu tadi adalah tips sederhana untuk memulai usaha properti dengan modal kecil, bahkan tanpa modal. Jika Anda tertarik, mulailah secara perlahan dari kecil dahulu. Selamat mencoba.

 

Sumber:

Cara Memulai Bisnis Properti Dengan Modal Kecil

http://jawabanpasti.com/bisnis-properti

Tips Cara Memulai Bisnis Properti 2016 untuk Pemula

Sumber Gambar:

Compfight.com

Tips Sukses Memulai Bisnis Perumahan

Jangan membayangkan bisnis perumahan memerlukan modal yang sangat besar. Nyatanya bisnis perumahan juga bisa dilakukan seperti bisnis minimarket dalam bentuk penjualan barang sehari-hari. Bagi kamu yang memiliki modal kecil tetapi ingin berbisnis di bidang ini, jangan berkecil hati, karena kami akan membagikan beberapa tips suksesnya. Simak yuk!

Secara garis besar, bisnis perumahan ini melibatkan 5 pihak yang bisa diajak bekerjasama. Pihak-pihak tersebut antara lain:

  1. Pemilik tanah
  2. Pengembang perumahan (developer)
  3. Kontraktor
  4. Perbankan (Bank yang menyediakan KPR)
  5. Konsumen

Untuk menjalankan bisnis perumahan, kamu hanya perlu menjadi salah satu dari kelima pihak di atas. Jika kamu sudah memutuskan ingin menjadi pihak yang mana, perhatikan hal-hal berikut:

  1. Waktu

Waktu adalah faktor yang cukup penting dalam mengembangkan bisnis perumahan. Sebelum membangun perumahan, buatlah analisa terlebih dahulu apakah masyarakat sekitar telah siap menerima keadaan perumahan yang akan kamu bangun. Jika masyarakat sekitar tidak siap, yang ada kamu malah rugi.

  1. Kepercayaan

Kepercayaan untuk saling bekerjasama dapat kamu dapatkan seiring berjalannya waktu. Selain itu, kepercayaan dapat kamu peroleh ketika berhasil memberikan kondisi perumahan yang nyaman untuk ditinggali bagi konsumen.

  1. Konsep

Kembangkan konsep perumahan yang ingin kamu bangun. Konsep perumahan yang jelas lebih menarik konsumen. Saat ini banyak sekali perumahan yang tidak dibangun berdasar konsep, akhirnya jadi tidak laku. Contohnya konsep perumahan hijau, konsep perumahan swadaya, dan lain-lain.

  1. Strategi harga

Buatlah rumah dengan unit yang lebih kecil dengan program cicilan yang lebih panjang. Hal ini untuk memberikan kesan psikologis “lebih murah” pada konsumen. Atau kamu dapat menjual dengan harga murah di awal launching, kemudian setelah 60-70% unit telah terjual naikkan harga jualnya sekitar 10 – 15%.

  1. Unit yang terbatas

Bangunlah perumahan dengan unit yang terbatas, untuk menjaga harga tetap tinggi dan tidak terjadi oversupply.

  1. Lokasi

Lokasi perumahan tidak harus di tengah kota, banyak perumahan yang dibangun di pinggir kota tetapi laris terjual. Hal ini karena mereka membuat akses jalan lebih lebar. Sehingga konsumen yang berkendara juga lebih nyaman.

 

Sumber:

Merubah tanah kosong menjadi perumahan

http://bisnis.news.viva.co.id/news/read/359179-tips-sukses-bagi-pengembang-properti-pemula

https://www.bersosial.com/threads/bisnis-perumahan-mini.1454/

Sumber Gambar:

all-free-download.com

 

Cara Tepat Memulai Bisnis Properti

Bagaimana cara memulai bisnis properti? Pertanyaan tersebut pasti kerap tersirat di pikiran entrepreneur muda. Sebagian dari kamu pasti tergiur untuk terjun di bisnis ini karena keuntungan yang diperoleh relatif tinggi. Namun, kamu harus memiliki bekal yang sangat cukup sebelum memutuskan untuk terjun di bisnis ini. Kali ini kami akan memberikan bocoran cara tepat untuk memulai bisnis properti.

  1. Awali dengan investasi

Kamu harus cukup modal untuk memulai bisnis properti. Oleh karena itu, selagi masih muda dan belum berkeluarga, tidak ada salahnya menyisihkan sebagian dana yang kamu punya untuk investasi. Tidak perlu menyisihkan dana terlalu banyak, bisa dengan menyisihkan Rp 50.000 setiap minggunya. Atau kamu bisa mencoba investasi lewat saham yang sekarang ini sudah banyak disediakan oleh bank.

  1. Menyusun perencanaan dan menentukan langkah

Untuk memulai bisnis ini memang memerlukan perencanaan yang matang dan wawasan luas, karena bisnis ini tergolong sebagai bisnis yang memilki persaingan ketat. Sebagai permulaan di bisnis properti, kamu bisa memulainya dengan menjadi broker. Meskipun keuntungannya belum seberapa, tetapi setidaknya membantu kamu untuk menambah koneksi di bidang ini. Mulanya kamu bisa menjadi broker untuk beberapa unit rumah, kemudian perbesar skala kamu dengan membidik perumahan kecil yang berhubungan dengan perbankan, pemerintah, dan asosiasi.

  1. Membuat riset sederhana mengenai lokasi

Sebelum kamu memutuskan untuk membeli properti, ada baiknya kamu meriset lokasi yang kamu inginkan. Usahakan lokasi tidak jauh dari fasilitas dan transportasi umum. Kawasan yang dekat dengan pusat kota sangatlah baik untuk dijadikan target bisnis properti. Namun kamu juga perlu memperhatikan pertumbuhan potensi lokasi tersebut selama beberapa tahun mendatang. Membeli properti di lokasi yang dekat dengan stasiun, bandara, atau terminal dapat sangat menguntungkan karena sarana tersebut akan terus terpakai dalam kurun waktu yang lama.

Sebagai langkah sederhana dalam bisnis ini, saat modal kamu sudah terkumpul, belilah sebuah apartemen atau rumah dengan pengajuan KPR ke bank. Pilihlah bank dengan bunga KPR yang relatif rendah. Setelah berhasil terbangun, sewakanlah apartemen/ rumah yang telah kamu beli kepada orang lain sehingga kamu memiliki income tambahan untuk mencicil KPR dan menabung untuk membeli properti di lokasi lainnya.

Bisnis ini memang sangat menggiurkan, dari segi keuntungan, harga yang terus naik, dan resiko yang relatif kecil. Sikap hati-hati dan jeli adalah kunci dari keberhasilan di bisnis ini. Sebagai seorang pemula, ada baiknya kamu sering berkonsultasi dengan pihak-pihak yang lebih dulu sukses di bidang ini.

 

Sumber:
http://drydogdesign.com/bagaimana-cara-memulai-bisnis-properti-dengan-modal-kecil/

Bisnis Properti untuk Pemula

Tips Cara Memulai Bisnis Properti 2016 untuk Pemula

Sumber Gambar:

 

Tips Menjalankan Bisnis Properti yang Menguntungkan

Tips Menjalankan Bisnis Properti yang Menguntungkan

Jika kita melihat banyaknya pembangunan rumah, hotel, apartemen, atau gedung perkantoran yang berdiri, ini membuktikan jika perkembangan bisnis properti di Indonesia mengalami perkembangan yang signifkan. Maka tidak mengherankan jika banyak orang yang menganggap bisnis properti adalah bisnis yang menguntungkan.

Selain alasan karena bisnis properti adalah bisnis yang menguntungkan, alasan lain yang mengapa bisnis property dapat tumbuh dengan cepat dikarenakan kebutuhan manusia terhadap papan dan juga dikarenakan banyak alternatif dalam kepemilikannya yang semakin mudah. Kini untuk mempunyai sebuah properti tidak harus dengan uang tunai dan dapat juga melalui mekanisme pembiayaan atau kredit. Continue reading Tips Menjalankan Bisnis Properti yang Menguntungkan

Tips Sukses Bisnis Jasa Konstruksi Bangunan

Tips Sukses Bisnis Jasa Konstruksi Bangunan

Saat ini bisnis konstruksi bangunan menjadi salah satu pilar utama pembangunan ekonomi nasional, dimana keberadaan hasil konstruksi seperti sekolah, pusat bisnis, gedung pemerintahan, jembatan, hingga jalan raya dapat menggerakkan perekonomian dan menopang kehidupan sosial-budaya bangsa.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin mengatakan, pada laporan terbaru 2013, BPS mencatat adanya pertumbuhan signifikan dalam bisnis perusahaan konstruksi di Indonesia. Jika pada tahun 2012 nilainya tembus hingga Rp 439,9 triliun, pada tahun 2013 naik 17 persen. Bagi pelaku bisnis konstruki, data ini bisa menjadi pemompa agar kinerja perusahaannya dapat meningkat dan mengalahkan para pesaing di Indonesia.

Mengapa bisnis konstruksi harus beriklan di internet?
Walau nilai pemasukan yang didapat sebuah perusahaan konstruksi sudah tinggi tapi alangkah baiknya jumlah yang tinggi tersebut dapat ditingkatkan berkali lipat lagi. Dengan cara apa? Jika sebelumnya perusahaan konstruksi mengikuti alur pemasaran pada umumnya, mulai saat ini pelaku bisnis konstruksi sudah harus melakukan pemasaran lewat media internet agar dapat meningkatkan keuntungan berlipat bagi perusahaan.

Karena itulah Gopher Indonesia hadir dan memberi solusi kepada pelaku bisnis konstruksi agar dapat berkembang secara online.

Dengan cara apa bisnis konstruksi harus beriklan?
Gopher Indonesia akan membantu seluruh pelaku bisnis konstruksi untuk mendapatkan jutaan calon pelanggan di Indonesia dengan menyediakan produk periklanan yang seperti Google AdWords, Google Display Network, Youtube Ads dan Website.

Apa saja produk-produk iklan yang sesuai dan apa manfaatnya?
Bisnis konstruksi pada umumnya memasarkan sebuah produk dengan memfokuskan pada detail ukuran dan minimal jumlah pemesanan, maka produk Gopher yang paling sesuai adalah Website.

Yang terakhir, produk unggulan Gopher Indonesia, selaku mitra Google pertama di Indonesia bagi UKM, adalah Google Adwords. Dengan Google Adwords, ribuan hingga jutaan pelanggan akan terdorong untuk melihat iklan kita, dimana sebagian dari pelanggan tersebut akan terkonversi menjadi pembeli. Traffic sebuah website juga akan meningkat drastic sehingga informasi yang ditampilkan di website akan mudah tersebar luas.

Photo Credit: Lawrence Whittemore via Compfight cc