Bagaimana Cara Bisnis Besi Tua yang Benar?

Bagaimana Cara Bisnis Besi Tua yang Benar?

Mungkin Anda bingung bagaimana cara bisnis besi tua atau barang-barang rongsokan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang bisa dikatakan tak sedikit. Seringkali Anda melihat ada pemulung yang mencari besi tua dan karena merasa tak membutuhkan lagi, mungkin Anda akan memberikan secara cuma-cuma kepada mereka. Padahal, besi tua yang mungkin tak ada nilainya bagi Anda, memiliki omzet yang cukup besar dibandingkan usaha lainnya.

Sebagai contoh, Abdul Rahman seorang pria asal Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan, memulai bisnis besi tua atau barang rongsokannya pada tahun 1970 —awalnya ia hanya mengumpulkan pecahan beling. Siapa yang sangka bahwa dengan modal Rp30.000 pada tahun 1975, Abdul memutuskan untuk menyewa sebuah rumah dan mulai mengumpulkan besi tua sendiri. Akibat jeli dengan peluang usaha besi tua ketika itu, Abdul mulai mengembangkan usahanya dengan merangkul anak jalanan. Siapa yang sangka bahwa pada tahun 2010 saja, Abdul mampu meraup omzet hingga Rp 945 juta. Melihat salah satu contoh suksesnya berbisnis besi tua, apakah Anda masih menganggap remeh peluang usaha yang satu ini? Jika tidak, berikut sedikit tips dan cara jika Anda berminat terhadap bisnis besi tua.

Ketahui Dulu Jenis Besi Tua

Ada banyak sekali jenis besi tua atau barang rongsokan yang bisa Anda jual. Namun, apapun jenisnya, besi tua memiliki bahan dasar yang hampir sama, seperti karbon, manganese, dan sebagainya yang biasanya bahan-bahan tersebut akan berpengaruh saat peleburan. Jika ingin terjun ke dalam bisnis yang satu ini, Anda harus bisa membedakan bahan dasar besi tua tersebut, karena bahan tersebut memiliki harga pembelian/penjualan yang berbeda. Bisa dikatakan bahwa besi tua terdiri atas 3 jenis. Jenis pertama besi baja yang cenderung keras tetapi gampang patah, seperti kendaraan bermotor, alat berat, atau mesin pabrik. Jenis yang kedua adalah jenis besi cor yang sangat mudah pecah seperti pompa air. Sedangkan jenis yang ketiga adalah besi biasa yang bahan dasarnya seimbang dan paling banyak dicari oleh pabrik peleburan sehingga jenis yang satu ini cocok untuk pembuatan besi beton, siku, plat, dan sebagainya.

Perbanyak Jaringan

Cara bisnis besi tua bisa dikatakan beragam. Ada yang sebagai penyuplai besi tua atau mungkin hanya sebatas broker. Namun, apapun cara yang Anda pilih, Anda sangat diwajibkan untuk memiliki jaringan yang luas—mulai dari pengumpul kecil hingga pabrik bangunan yang biasanya memerlukan besi tua. Semakin luas jaringan yang Anda miliki, maka sebagai penyuplai semakin banyak pula besi tua yang bisa Anda jual.

Bisa Memperkirakan Harga Jual

Salah satu konsumen Anda nantinya adalah pabrik bangunan. Seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa besi tua digolongkan menjadi 3 jenis. Hal inilah yang membuat Anda harus berpikir cepat dalam menentukan harga jual. Karena barang yang bervariasi tersebut memiliki harga jual yang berbeda. Biasanya harga jual besi tua dilihat dari konsiri dan ketebalan besi tersebut. Semakin bagus kondisinya maka semakin tinggi harga jualnya. Apalagi biasanya konsumen Anda nantinya akan membeli secara borongan. Jika Anda bisa menentukan harga secara tepat, Anda akan mendapat keuntungan yang besar. Namun, jika perkiraan harga jual yang Anda tentukan salah, sudah pasti kerugian besar akan menimpa Anda.

Sumber:
http://economy.okezone.com/read/2010/05/21/22/334939/pungut-rongsokan-kini-hasilkan-ratusan-juta-rupiah/large

http://dinimon.com/tips-pengusaha-besi-bekas-sukses.html

http://zamzamy-saadah.blogspot.com/2012/11/mengenal-cara-memasarkan-besi-tuascrap.html

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *